IMC HEALTH ARTICLE
NO. IX EDISI 27 APRIL 2009
VIRUS FLU BABI / SWINE FLU
PIG FLU OR SWINE FLU
"Itu (flu babi) memiliki potensi pandemi karena itu menginfeksi orang," kata Direktur Jenderal WHO Margaret Chan, Sabtu (25/4).
Penetapan status darurat kasus swine flu (flu babi) oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), membuat Departemen Kesehatan mengedarkan surat kewaspasdaan dini, ke seluruh kantor kesehatan.
“That (Pig flu) it has pandemic potential said “ Director General WHO Margaret Chan, Saturday (25/4).
WHO said for Emergency information latter to All Health Department office.
Apakah Flu babi itu ????
Pig Flu or Swine Influenza atau disebut juga Flu babi adalah penyakit influenza yang disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan penularan antar manusia. "Secara umum penyakit ini mirip dengan influenza,gejala klinisnya sama,"
What is the Pig Flu or Swine Influenza?
The pig flu or swine influenza is a virus specific to pigs or porcine species; caused influenza virus A subtype H1N1 can spreading from animal especially pig, and most possibly spread human to human. “ Generally of disease is the same with Influenza clinical sympthom”
Apa bedanya dengan Flu Burung ???
Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) yakin pada saat ini strain tipe baru flu yang ada merupakan gabungan antara virus unggas, babi dan manusia. Virus tersebut berbeda dengan virus Flu Burung.. Pada Flu Burung, virus H5N1 tidak ada penularan antar manusia. Dugaaan sementara, virus H1N1 penyebab Flu Babi dapat menular antar manusia.
What is different this time about the Pig Flu?
The CDC believes this time (April 24, 2009), that the strain is a mix between bird, pig, and human virus. The differential between AI, H5N1 can’t spread human to human.
Apa Gejalanya terinfeksi flu babi ???
Secara umum penyakit ini mirip dengan influenza (Influenza Like Illness-ILI)
gejala klinis:
· Demam,
· Batuk pilek,
· Lesu, letih,
· Nyeri tenggorokan,
· Napas cepat atau sesak napas
· Disertai mual, muntah dan diare.
What the Symptoms :
Pig flu have the symptoms Influenza like Illness :
the symptoms and transmission of the swine flu from human to human is much like seasonal flu
Commonly fever,
lethargy,
lack of appetite
coughing.
runny nose,
sore throat,
nausea, vomiting and diarrhea.
Bagaimana penularannya ????
Cara penularan flu babi melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita dengan masa inkubasinya 3 sampai 5 hari.
How the current virus spread???
It is believed to be spread between humans through coughing or sneezing of infected people and touching something with the virus on it and then touching their own nose or mouth with incubation until 3-5 day
Pencegahannya ???
Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai seperti halnya terhadap flu burung dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu.
Menurut CDC, obat Tamiflu dan Relenza sejauh ini terlihat efektif melawan serangan virus flu babi tersebut.
Preventive action:
For all people must be concern to this kind of virus like avian influenza with life healthy : washing hand inside or outside before and after work activity, using the mask if got flu condition, and do not hesitated to visit the doctor.
CDC means, Tamiflu and Relenza medicine effective for again virus pig flu.
Statistik kasus saat ini :
1400 orang telah terjangkit di meksiko, 86 orang meninggal dunia
20 orang di Amerika Serikat
1 orang di New Zealand
1 orang di Israel
Statistics:
86 dead in Mexico, 1,400 infected20 infected in the United States4 infected in Canada1 infected in New Zealand1 Infected in Israel
Selasa, 28 April 2009
Cinta Yang Luar Biasa dari Laki-Laki Biasa
Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.
Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka.
Semua menunggu.
Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana . Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!
Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.
Kamu pasti bercanda!
Nania kaget.
Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.
Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!
Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.
Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!
Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.
Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan ? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?
Nania terkesima.
Kenapa?
Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.
Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!
Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!
Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Nania lontarkan.
Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.
Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.
Tapi kenapa?
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.
Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.
Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!
Cukup!
Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak ‘luar biasa’. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.
Mereka akhirnya menikah.
***
Setahun pernikahan.
Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.
Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.
Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.
Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.
Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.
Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!
Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.
Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.
Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan ?
Rafli juga pintar!
Tidak sepintarmu, Nania.
Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.
Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.
Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!
Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.
Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.
Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.
Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..
Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.
Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!
Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.
Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!
Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.
Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.Cantik ya? dan kaya!
Tak imbang!
Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.
Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.
***
Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.
Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!
Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.
Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.
Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.
Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.
Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.
Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.
Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.
Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.
Dokter?
Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.
Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?
Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.
Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.
Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.
Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.
Pendarahan hebat!
Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.
Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.
Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.
Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.
***
Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.
Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.
Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.
Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..
Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.
Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.
Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,
Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.
Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.
Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.
Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.
Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.
Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.
Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.
Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?
Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.
Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.
Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.
Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.
Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!
Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.
Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!
Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.
Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?
Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?
Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.
Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.
Waktu telah membuktikan segalanya.
Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.
Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka.
Semua menunggu.
Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana . Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!
Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.
Kamu pasti bercanda!
Nania kaget.
Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.
Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!
Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.
Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!
Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.
Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan ? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?
Nania terkesima.
Kenapa?
Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.
Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!
Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!
Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Nania lontarkan.
Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.
Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.
Tapi kenapa?
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.
Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.
Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!
Cukup!
Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak ‘luar biasa’. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.
Mereka akhirnya menikah.
***
Setahun pernikahan.
Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.
Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.
Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.
Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.
Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.
Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!
Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.
Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.
Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan ?
Rafli juga pintar!
Tidak sepintarmu, Nania.
Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.
Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.
Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!
Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.
Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.
Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.
Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..
Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.
Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!
Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.
Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!
Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.
Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.Cantik ya? dan kaya!
Tak imbang!
Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.
Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.
***
Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.
Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!
Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.
Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.
Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.
Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.
Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.
Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.
Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.
Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.
Dokter?
Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.
Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?
Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.
Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.
Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.
Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.
Pendarahan hebat!
Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.
Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.
Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.
Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.
***
Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.
Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.
Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.
Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..
Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.
Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.
Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,
Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.
Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.
Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.
Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.
Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.
Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.
Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.
Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?
Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.
Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.
Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.
Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.
Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!
Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.
Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!
Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.
Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?
Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?
Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.
Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.
Waktu telah membuktikan segalanya.
Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.
Tentang Ramalan Joyoboyo
Waspadai Ramalan Ke-7 Joyoboyo
Oleh Sujiwo Tejo
Sebanyak enam ramalan Joyoboyo terjadi, adakah ramalan ketujuh bakal muncul?
Keenam ramalan Joyoboyo yang sudah terjadi adalah runtuhnya Majapahit; Belanda masuk; hengkangnya Belanda; Jepang masuk; perang saudara; dan bertenggernya kekuasaan tentara. Sedangkan ramalan ketujuh adalah Tikus pithi anoto baris.
Tafsirnya, barisan pemberontakan rakyat Nusantara dari berbagai penjuru. Geger 1998 yang melengserkan Presiden Soeharto sebetulnya belum merata. Bisa dikatakan, ini cuma pecah di beberapa kampus, Gedung MPR/DPR, Glodok, dan beberapa tempat di Jakarta.
Situasi akan jauh berbeda dibandingkan berkobarnya api dari tikus pithi anoto baris yang sekamnya kini mulai rantak membara di sekujur Nusantara karena cekcok pemilu legislatif.
Namun, tikus pithi anoto baris sebenarnya bisa dihindari. Nujum memang bertugas membuat kita pasrah menyongsong kehadirannya yang laksana nasib. Tetapi, bukankah nubuat juga bertugas membuat kita ancang-ancang, waspada, dan melakukan berbagai nazar agar kehadirannya batal?
Membatalkan hasil pemilu? Menggugurkan hasil pemilu legislatif kelihatannya sudah tidak mungkin, demi beberapa fakta. Antara lain, pertama, partai-partai besar dan partai-partai lumayan sudah sibuk memikirkan koalisi untuk pemilu presiden. Artinya, tanpa dikatakan, mereka sebenarnya sudah nrimo hasil pemilu legislatif. Kedua, Mahkamah Konstitusi mengatakan, pemilu legislatif mustahil dibatalkan. Yang bisa diubah atas dasar persidangan perkara hanya komposisi penghasilan suara partai. Ketiga, Prabowo Subianto sang ”Kuda Hitam”, perlu menggalang dukungan partai-partai kecil untuk dapat maju dalam pemilu presiden. Dalam logika sederhana dan awam, itu berarti partai-partai kecil harus menandatangani berita acara keabsahan pemilu legislatif.
Cacah ulang Yang paling mungkin menghindari tikus pithi anoto baris adalah titah kepemimpinan nasional agar semua pihak gotong royong membantu cacah ulang peserta pemilu presiden mendatang. Ini karena perasaan saja bahwa ada atau tidak ada rekayasa politik, daftar pemilih tetap (DPT) akan kacau jika data mentah yang mendasarinya pun sudah kacau.
Titah dan ketegasan sikap kepemimpinan nasional inilah yang akan membuat cacah ulang data dasar tak bakal mustahil dilakukan dalam waktu singkat. Apalagi dengan bantuan teknologi informasi. Misalnya, mengaktifkan lagi petugas BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) yang tersebar sampai pelosok. Kita ingat, bahkan sampai tingkat desa, para petugas itu tidak cuma mencatat peserta KB. Dalam wilayah tugasnya dan dalam perkembangan berikutnya, mereka tahu siapa yang Lampid (lahir, mati, pindah, datang). Kabarnya mereka masih punya data hingga 2005. Sistem pendataannya pun masih ada. Begitu tombol diaktifkan, ... jalan! Titah dan ketegasan sikap kepemimpinan nasional itu juga bisa menggerakkan ibu-ibu PKK, Karang Taruna, dan Pramuka serta RT/RW untuk saling bahu-membahu. Hasil pencacahan berbagai pihak itu saling di-cross check dengan hasil dari administrasi kependudukan Depdagri yang punya wilayah di tiap pusat provinsi maupun dinas-dinas catatan sipil tingkat kota/kabupaten yang punya tangan sampai tingkat RT.
Holopis kuntul baris dan rambate rata hayo dari semua ini kita pasok data dasar ke KPU yang selanjutnya akan memprosesnya menjadi DPT. Mungkin saja keaktifan penyelenggara negara dalam pencatatan ulang ini menyimpang dari undang-undang yang justru mengharuskan rakyat aktif mencatatkan diri sendiri, penyelenggara negara pasif. Tetapi, seingat penulis, jika kemudian terbukti UU bertentangan dengan akal sehat dan kondisi nyata masyarakat, kepemimpinan nasional bisa mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang. Maka, lebih baik mempunyai undang-undang buruk tetapi hakimnya (pemimpinnya) baik dan bernurani daripada sebaliknya.
Langkah lain Selain cacah ulang data yang mendasari penyusunan DPT untuk pemilu presiden, mungkin masih ada langkah- langkah lain penghindaran tikus pithi anoto baris. Yang pasti, segenap upaya penghindaran harus dituntaskan.
Ini penting mengingat enam ramalan Joyoboyo sudah terjadi, yaitu Murcane Sabdo Palon Noyo Genggong (runtuhnya Majapahit), Semut Ireng Anak-anak Sapi (masuknya Belanda), Kebo Nyabrang Kali (Belanda kenyang dan hengkang), Kejajah Saumur Jagung Karo Wong Cebol Kepalang (Jepang masuk 3,5 tahun), Pitik Tarung Sak Kandang (perang saudara zaman Bung Karno), Kodok Ijo Ongkang-0ngkang (tentara berkuasa era Soeharto).
Hitung-hitung, sambil menjajal diri, siapakah yang lebih sakti, kita semua dari milenium ini atau ”cuma” seorang diri Joyoboyo dari abad ke-11 silam?
Oleh Sujiwo Tejo
Sebanyak enam ramalan Joyoboyo terjadi, adakah ramalan ketujuh bakal muncul?
Keenam ramalan Joyoboyo yang sudah terjadi adalah runtuhnya Majapahit; Belanda masuk; hengkangnya Belanda; Jepang masuk; perang saudara; dan bertenggernya kekuasaan tentara. Sedangkan ramalan ketujuh adalah Tikus pithi anoto baris.
Tafsirnya, barisan pemberontakan rakyat Nusantara dari berbagai penjuru. Geger 1998 yang melengserkan Presiden Soeharto sebetulnya belum merata. Bisa dikatakan, ini cuma pecah di beberapa kampus, Gedung MPR/DPR, Glodok, dan beberapa tempat di Jakarta.
Situasi akan jauh berbeda dibandingkan berkobarnya api dari tikus pithi anoto baris yang sekamnya kini mulai rantak membara di sekujur Nusantara karena cekcok pemilu legislatif.
Namun, tikus pithi anoto baris sebenarnya bisa dihindari. Nujum memang bertugas membuat kita pasrah menyongsong kehadirannya yang laksana nasib. Tetapi, bukankah nubuat juga bertugas membuat kita ancang-ancang, waspada, dan melakukan berbagai nazar agar kehadirannya batal?
Membatalkan hasil pemilu? Menggugurkan hasil pemilu legislatif kelihatannya sudah tidak mungkin, demi beberapa fakta. Antara lain, pertama, partai-partai besar dan partai-partai lumayan sudah sibuk memikirkan koalisi untuk pemilu presiden. Artinya, tanpa dikatakan, mereka sebenarnya sudah nrimo hasil pemilu legislatif. Kedua, Mahkamah Konstitusi mengatakan, pemilu legislatif mustahil dibatalkan. Yang bisa diubah atas dasar persidangan perkara hanya komposisi penghasilan suara partai. Ketiga, Prabowo Subianto sang ”Kuda Hitam”, perlu menggalang dukungan partai-partai kecil untuk dapat maju dalam pemilu presiden. Dalam logika sederhana dan awam, itu berarti partai-partai kecil harus menandatangani berita acara keabsahan pemilu legislatif.
Cacah ulang Yang paling mungkin menghindari tikus pithi anoto baris adalah titah kepemimpinan nasional agar semua pihak gotong royong membantu cacah ulang peserta pemilu presiden mendatang. Ini karena perasaan saja bahwa ada atau tidak ada rekayasa politik, daftar pemilih tetap (DPT) akan kacau jika data mentah yang mendasarinya pun sudah kacau.
Titah dan ketegasan sikap kepemimpinan nasional inilah yang akan membuat cacah ulang data dasar tak bakal mustahil dilakukan dalam waktu singkat. Apalagi dengan bantuan teknologi informasi. Misalnya, mengaktifkan lagi petugas BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) yang tersebar sampai pelosok. Kita ingat, bahkan sampai tingkat desa, para petugas itu tidak cuma mencatat peserta KB. Dalam wilayah tugasnya dan dalam perkembangan berikutnya, mereka tahu siapa yang Lampid (lahir, mati, pindah, datang). Kabarnya mereka masih punya data hingga 2005. Sistem pendataannya pun masih ada. Begitu tombol diaktifkan, ... jalan! Titah dan ketegasan sikap kepemimpinan nasional itu juga bisa menggerakkan ibu-ibu PKK, Karang Taruna, dan Pramuka serta RT/RW untuk saling bahu-membahu. Hasil pencacahan berbagai pihak itu saling di-cross check dengan hasil dari administrasi kependudukan Depdagri yang punya wilayah di tiap pusat provinsi maupun dinas-dinas catatan sipil tingkat kota/kabupaten yang punya tangan sampai tingkat RT.
Holopis kuntul baris dan rambate rata hayo dari semua ini kita pasok data dasar ke KPU yang selanjutnya akan memprosesnya menjadi DPT. Mungkin saja keaktifan penyelenggara negara dalam pencatatan ulang ini menyimpang dari undang-undang yang justru mengharuskan rakyat aktif mencatatkan diri sendiri, penyelenggara negara pasif. Tetapi, seingat penulis, jika kemudian terbukti UU bertentangan dengan akal sehat dan kondisi nyata masyarakat, kepemimpinan nasional bisa mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang. Maka, lebih baik mempunyai undang-undang buruk tetapi hakimnya (pemimpinnya) baik dan bernurani daripada sebaliknya.
Langkah lain Selain cacah ulang data yang mendasari penyusunan DPT untuk pemilu presiden, mungkin masih ada langkah- langkah lain penghindaran tikus pithi anoto baris. Yang pasti, segenap upaya penghindaran harus dituntaskan.
Ini penting mengingat enam ramalan Joyoboyo sudah terjadi, yaitu Murcane Sabdo Palon Noyo Genggong (runtuhnya Majapahit), Semut Ireng Anak-anak Sapi (masuknya Belanda), Kebo Nyabrang Kali (Belanda kenyang dan hengkang), Kejajah Saumur Jagung Karo Wong Cebol Kepalang (Jepang masuk 3,5 tahun), Pitik Tarung Sak Kandang (perang saudara zaman Bung Karno), Kodok Ijo Ongkang-0ngkang (tentara berkuasa era Soeharto).
Hitung-hitung, sambil menjajal diri, siapakah yang lebih sakti, kita semua dari milenium ini atau ”cuma” seorang diri Joyoboyo dari abad ke-11 silam?
Bank Account
A 92-year old, petite, well-poised and proud man, who is fully dressed each morning by eight o'clock, with his hair fashionably combed and shaved perfectly, even though he is legally blind, moved to a nursing home today.His wife of 70 years recently passed away, making the move necessary.
After many hours of waiting patiently in the lobby of the nursing home, he smiled sweetly when told his room was ready.As he maneuvered his walker to the elevator, I provided a visual description of his tiny room, including the eyelet sheets that had been hung on his window.
"I love it," he stated with the enthusiasm of an eight-year-old having just been presented with a new puppy."Mr. Jones, you haven't seen the room; just wait.""That doesn't have anything to do with it," he replied.
Happiness is something you decide on ahead of time.
Whether I like my room or not doesn't depend on how the furniture is arranged ... it's how I arrange my mind. I already decided to love it.'It's a decision I make every morning when I wake up. I have a choice; I can spend the day in bed recounting the difficulty I have with the parts of my body that no longer work, or get out of bed and be thankful for the ones that do.
Each day is a gift, and as long as my eyes open, I'll focus on the new day and all the happy memories I've stored away. Just for this time in my life.
Old age is like a bank account.
You withdraw from what you've put in.
So, my advice to you would be to deposit a lot of happinessin the bank account of memories!
Thank you for your part in filling my Memory Bank.I am still depositing.
Remember the five simple rules to be happy:
1. Free your heart from hatred.
2. Free your mind from worries.
3. Live simply.
4. Give more.
5. Expect less.
GOD bless you…!!!
After many hours of waiting patiently in the lobby of the nursing home, he smiled sweetly when told his room was ready.As he maneuvered his walker to the elevator, I provided a visual description of his tiny room, including the eyelet sheets that had been hung on his window.
"I love it," he stated with the enthusiasm of an eight-year-old having just been presented with a new puppy."Mr. Jones, you haven't seen the room; just wait.""That doesn't have anything to do with it," he replied.
Happiness is something you decide on ahead of time.
Whether I like my room or not doesn't depend on how the furniture is arranged ... it's how I arrange my mind. I already decided to love it.'It's a decision I make every morning when I wake up. I have a choice; I can spend the day in bed recounting the difficulty I have with the parts of my body that no longer work, or get out of bed and be thankful for the ones that do.
Each day is a gift, and as long as my eyes open, I'll focus on the new day and all the happy memories I've stored away. Just for this time in my life.
Old age is like a bank account.
You withdraw from what you've put in.
So, my advice to you would be to deposit a lot of happinessin the bank account of memories!
Thank you for your part in filling my Memory Bank.I am still depositing.
Remember the five simple rules to be happy:
1. Free your heart from hatred.
2. Free your mind from worries.
3. Live simply.
4. Give more.
5. Expect less.
GOD bless you…!!!
Atas Nama Cinta
Kisah Hsu Chia Hua , seorang wanita asal Taiwan ini pantas membuat iri banyak wanita kesepian. Demi bertemu kekasihnya, mantan asisten pengacara ini menempuh perjalanan jauh ke Irak.
Zanst, kekasihnya, adalah penduduk Irak dari suku Kurdi yang berprofesi sebagai pekerja sosial. Berbekal 3.000 dollar, Hsu terbang sejauh 11.779 kilometer ke Kurdistan. Ia harus berganti pesawat di Bangkok, Kairo, Damaskus, dan Aman untuk terbang ke Kurdistan. Ia terpaksa tinggal selama 20 hari di sebuah hotel di Damaskus untuk menantikan ijin masuk dari pemerintahan kawasan otonomi Kurdistan.
Mengingat keadaan keamanan di Irak yang tidak stabil, beberapa rekannya sempat mencegah keberangkatannya . Namun Hsu tetap pada niatnya. “Tak semua orang mampu menemukan cinta sejatinya. Jika Anda mempunyai kekasih, nikmatilah saat-saat berharga Anda bersamanya. Kalo Anda belum memperoleh cinta sejati maka kejarlah.” Kata Hsu.Di Irak, Hsu tinggal di rumah Zanst selama 40 hari dan terus merasa akrab dengan Zanst dan kedua orangtuanya.
Rencananya dalam waktu dekat mereka akan meresmikan hubungannya dalam sebuah pernikahan di Taiwan.Ungkapan cinta itu buta memang benar. Demi cinta maka harta, kesenangan, bahkan nyawa rela dikorbankan.
Bukan hanya manusia, demi cinta, Allah telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan setiap manusia yang percaya. Sungguh, bagi banyak orang, hal itu sulit untuk dipercaya. Mengapa Tuhan mau berkorban demi manusia? Semua dilakukan atas nama cinta.
Tuhan Yesus telah datang dan menyatakan cinta-Nya pada kita. Maukah kita menyambut cinta dan pengorbanan-Nya? Jika mau, mari buat dia tersenyum bahagia dengan memiliki kehidupan yang senantiasa memuliakan-Nya
Zanst, kekasihnya, adalah penduduk Irak dari suku Kurdi yang berprofesi sebagai pekerja sosial. Berbekal 3.000 dollar, Hsu terbang sejauh 11.779 kilometer ke Kurdistan. Ia harus berganti pesawat di Bangkok, Kairo, Damaskus, dan Aman untuk terbang ke Kurdistan. Ia terpaksa tinggal selama 20 hari di sebuah hotel di Damaskus untuk menantikan ijin masuk dari pemerintahan kawasan otonomi Kurdistan.
Mengingat keadaan keamanan di Irak yang tidak stabil, beberapa rekannya sempat mencegah keberangkatannya . Namun Hsu tetap pada niatnya. “Tak semua orang mampu menemukan cinta sejatinya. Jika Anda mempunyai kekasih, nikmatilah saat-saat berharga Anda bersamanya. Kalo Anda belum memperoleh cinta sejati maka kejarlah.” Kata Hsu.Di Irak, Hsu tinggal di rumah Zanst selama 40 hari dan terus merasa akrab dengan Zanst dan kedua orangtuanya.
Rencananya dalam waktu dekat mereka akan meresmikan hubungannya dalam sebuah pernikahan di Taiwan.Ungkapan cinta itu buta memang benar. Demi cinta maka harta, kesenangan, bahkan nyawa rela dikorbankan.
Bukan hanya manusia, demi cinta, Allah telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan setiap manusia yang percaya. Sungguh, bagi banyak orang, hal itu sulit untuk dipercaya. Mengapa Tuhan mau berkorban demi manusia? Semua dilakukan atas nama cinta.
Tuhan Yesus telah datang dan menyatakan cinta-Nya pada kita. Maukah kita menyambut cinta dan pengorbanan-Nya? Jika mau, mari buat dia tersenyum bahagia dengan memiliki kehidupan yang senantiasa memuliakan-Nya
sekedar himbauan
UMAT DISELURUH DUNIA SURAT INI DATANG DARI SRI PAUS JOHANES PAULUS DI ASANTHISILIA, ROMA,ITALIA.
Disalin sesuai dengan aslinya oleh Uskup Agung Jakarta !!
AKU BERSUMPAH ATAS NAMA YESUS KRISTUS DAN ROH KUDUS
Pada Suatu malam,tatkala Sri Paus sedang asyik membaca sambil merenung di depan altar, karena asyiknya hingga ia kecapaian lalu tertidur dan bermimpi.
Didepan Sri Paus yang sedang membaca dan merenung, ia berjumpa dengan Yesus Sang Juru Selamat dan Penebus dosa dan berkata :'Wahai Karol Woztyla (nama kecil dari Sri Paus), ketahuilah bahwa di dalam dunia ini banyak diantara hamba-hamba yang mati dalam keadaan tidak beriman.Banyak orang kaya dan mampu tidak lagi menimbang sang kasih terhadap sesama dan terutama mereka yang hidup sebagai gelandangan. Banyak istri menyeleweng dan tidak lagi mendengarkan kata-kata suci.Karena itu wahai Karel Waltyin, hendaknya engkau serukan kepada umat kristiani agar berkata-kata selalu tentang kebaikan dan kebijaksanaan dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama'.
Sri Paus tertegun dan tak berani menatap wajahNya, lalu Yesus berkata lagi dengan penuh kasih sayang,: 'Wahai karel Waltyin, ketahuilah bahwa AKULAH TERANG DUNIA. barang siapa mengikuti AKU, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan terang'.Demikianlah pesan Tuhan Yesus Kristus melalui mimpi kepada Sri Paus.
Oleh karena itu, barang siapa yang telah menerima surat wasiat ini hendaknya ia menyalin atau mengcopynya atau mem-forward paling sedikit 20 lembar dan mengirimkan kepada sanak saudara kerabat dan handai-taulan yang beriman.Maka anda mengalami/mendapat suatu keuntungan/berkat yang tidak terduga dalam 2 minggu kemudian.
Apabila surat ini tidak jelas, maka upayakanlah saudara berkenan untuk membuat salinan ini sesuai dengan aslinya, sehingga menjadi jelas untuk dibaca.
Di Venezuela :Riya Kisayana, tahun 1985 mendapatkan hadiah ulang tahun sebesar $1,000,000 dengan memenangkan undian sebab ia menyuruh sekretarisnya untuk menyalin dan mengirimkan surat wasiat ini kepada sahabat-sahabatnya.
Di Mexico :Margareth, tahun 1980 menerima surat wasiat ini, dan meremehkannya, karena ia seorang putri milyoner, beberapa hari kemudian dia diperkosa oleh beberapa pemuda tak dikenal dan ia menjadi gila.
Pluit ( Jakarta / Indonesia ) :Endang Wijaya membuang surat seperti ini ke tempat sampah di Pluit, kemudian ia dipecat dan dihukum atas kasusnya.Banjarmasin ( Indonesia ) :Kis di Banjarmasin membuang surat wasiat ini ke sungai, lalu akhirnya ia meninggal dan dimakan buaya.
.Jakarta ( Indonesia ) :P. Hutapea tahun 1978 menerima surat wasiat ini tapi lupa mengeposkan. ia diberhentikan dari tugasnya di DPR, tetapi tahun 1980 ketika menerima kembali surat wasiat ini di Yogyakarta , ia segera mengeposkan dan mengcopy sebanyak 20 lembar, dan akhirnya ia menerima kembali jabatannya.
Jakarta ( Indonesia ) :Sutradara Pettrajaya Burnama tahun 1992 hanya sempat mengirimkan beberapa copy dari surat wasiat ini. Akibatnya mobil kreditan disita dan wajib meninggalkannya rumah kediamannya. Pada Th 1993 ia menyalin dan mengcopy surat wasiat ini yang sudah tidak terbaca lagi, menjadi jelas dan terang lalu mengirimkannya kepada teman-teman atasannya sebanyak 20 lembar, akhirnya ia bisa memperoleh mobil baru lagi.
Di Italia :Seorang juragan kapal yang kaya mendapat keuntungan besar, setelah mengcopy dan mengirimkan kepada seluruh relasinya dalam waktu lebih dari 2 minggu.
Di Philipina :Presiden Ferdinand Macos tidak mengindahkan surat wasiat ini dan tidak lama kemudian ia terisingkir dari kedudukannya.
Yang terjadi setelah anda mengirimkan surat wasiat ini, anda akan menerima keuntungan.Tetapi jika anda tidak mengirimkannya, percayalah anda akan mendapat kesulitan yang sukar dipecahkan, terlebih-lebih mereka yang meremehkannya dan memutuskan dari peredaran, mereka akan mendapat hukuman dari Tuhan.
Dengan bukti diatas maka saya (Sri Paus) mengharapkan tidak meremehkan surat ini.Sesungguhnya surat wasiat ini sudah berantai dan atas nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, anda akan mendapatkan hasil yang baik atau buruk, semuanya tergantung dari sikap anda melaksanakan perintah saya.Persembahan pada Tuhan dengan segenap hatimu dan seluruh jiwa raga...!!!Kiranya Tuhan selalu menyertai anda dengan kasih-Nya. Tuhanlah gembalaku agar tidak tersesat, Tuhanlah perisaiku dalam menghadapi bencana.Surat wasiat ini telah disetujui oeh Pejabat dalam Pembangunan Kabinet yang beragama kristen.
Surat wasiat ini telah beredar mengelilingi dunia. Jangan memberi uang atau materi dalam surat ini Anda harus menggunakan waktu sesingkat mungkin agar wasiat ini dapat keliling dunia supaya mereka yang belum mengenal Yesus Kristus boleh memperoleh keselamatan abadi.
TUNGGU DALAM DUA MINGGU SETELAH MEMPERBANYAK/ MENGIRIMKAN SURAT WASIAT INI !!!!! ANDA AKAN MENGALAMI BERKAT TUHAN, AMIN.
JANGANLAH ANDA MENGANGGAP BAHWA WASIAT INI ADALAH SUATU LELUCON, YANG ANDA TERIMA DARI POS/ EMAIL TETAPI PIKIRKAN BAHWA SURAT INI SANGAT DINANTIKAN OLEH MEREKA YANG HAUS AKAN FIRMAN ALLAH. AMIN.
Disalin sesuai dengan aslinya oleh Uskup Agung Jakarta !!
AKU BERSUMPAH ATAS NAMA YESUS KRISTUS DAN ROH KUDUS
Pada Suatu malam,tatkala Sri Paus sedang asyik membaca sambil merenung di depan altar, karena asyiknya hingga ia kecapaian lalu tertidur dan bermimpi.
Didepan Sri Paus yang sedang membaca dan merenung, ia berjumpa dengan Yesus Sang Juru Selamat dan Penebus dosa dan berkata :'Wahai Karol Woztyla (nama kecil dari Sri Paus), ketahuilah bahwa di dalam dunia ini banyak diantara hamba-hamba yang mati dalam keadaan tidak beriman.Banyak orang kaya dan mampu tidak lagi menimbang sang kasih terhadap sesama dan terutama mereka yang hidup sebagai gelandangan. Banyak istri menyeleweng dan tidak lagi mendengarkan kata-kata suci.Karena itu wahai Karel Waltyin, hendaknya engkau serukan kepada umat kristiani agar berkata-kata selalu tentang kebaikan dan kebijaksanaan dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama'.
Sri Paus tertegun dan tak berani menatap wajahNya, lalu Yesus berkata lagi dengan penuh kasih sayang,: 'Wahai karel Waltyin, ketahuilah bahwa AKULAH TERANG DUNIA. barang siapa mengikuti AKU, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan terang'.Demikianlah pesan Tuhan Yesus Kristus melalui mimpi kepada Sri Paus.
Oleh karena itu, barang siapa yang telah menerima surat wasiat ini hendaknya ia menyalin atau mengcopynya atau mem-forward paling sedikit 20 lembar dan mengirimkan kepada sanak saudara kerabat dan handai-taulan yang beriman.Maka anda mengalami/mendapat suatu keuntungan/berkat yang tidak terduga dalam 2 minggu kemudian.
Apabila surat ini tidak jelas, maka upayakanlah saudara berkenan untuk membuat salinan ini sesuai dengan aslinya, sehingga menjadi jelas untuk dibaca.
Di Venezuela :Riya Kisayana, tahun 1985 mendapatkan hadiah ulang tahun sebesar $1,000,000 dengan memenangkan undian sebab ia menyuruh sekretarisnya untuk menyalin dan mengirimkan surat wasiat ini kepada sahabat-sahabatnya.
Di Mexico :Margareth, tahun 1980 menerima surat wasiat ini, dan meremehkannya, karena ia seorang putri milyoner, beberapa hari kemudian dia diperkosa oleh beberapa pemuda tak dikenal dan ia menjadi gila.
Pluit ( Jakarta / Indonesia ) :Endang Wijaya membuang surat seperti ini ke tempat sampah di Pluit, kemudian ia dipecat dan dihukum atas kasusnya.Banjarmasin ( Indonesia ) :Kis di Banjarmasin membuang surat wasiat ini ke sungai, lalu akhirnya ia meninggal dan dimakan buaya.
.Jakarta ( Indonesia ) :P. Hutapea tahun 1978 menerima surat wasiat ini tapi lupa mengeposkan. ia diberhentikan dari tugasnya di DPR, tetapi tahun 1980 ketika menerima kembali surat wasiat ini di Yogyakarta , ia segera mengeposkan dan mengcopy sebanyak 20 lembar, dan akhirnya ia menerima kembali jabatannya.
Jakarta ( Indonesia ) :Sutradara Pettrajaya Burnama tahun 1992 hanya sempat mengirimkan beberapa copy dari surat wasiat ini. Akibatnya mobil kreditan disita dan wajib meninggalkannya rumah kediamannya. Pada Th 1993 ia menyalin dan mengcopy surat wasiat ini yang sudah tidak terbaca lagi, menjadi jelas dan terang lalu mengirimkannya kepada teman-teman atasannya sebanyak 20 lembar, akhirnya ia bisa memperoleh mobil baru lagi.
Di Italia :Seorang juragan kapal yang kaya mendapat keuntungan besar, setelah mengcopy dan mengirimkan kepada seluruh relasinya dalam waktu lebih dari 2 minggu.
Di Philipina :Presiden Ferdinand Macos tidak mengindahkan surat wasiat ini dan tidak lama kemudian ia terisingkir dari kedudukannya.
Yang terjadi setelah anda mengirimkan surat wasiat ini, anda akan menerima keuntungan.Tetapi jika anda tidak mengirimkannya, percayalah anda akan mendapat kesulitan yang sukar dipecahkan, terlebih-lebih mereka yang meremehkannya dan memutuskan dari peredaran, mereka akan mendapat hukuman dari Tuhan.
Dengan bukti diatas maka saya (Sri Paus) mengharapkan tidak meremehkan surat ini.Sesungguhnya surat wasiat ini sudah berantai dan atas nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, anda akan mendapatkan hasil yang baik atau buruk, semuanya tergantung dari sikap anda melaksanakan perintah saya.Persembahan pada Tuhan dengan segenap hatimu dan seluruh jiwa raga...!!!Kiranya Tuhan selalu menyertai anda dengan kasih-Nya. Tuhanlah gembalaku agar tidak tersesat, Tuhanlah perisaiku dalam menghadapi bencana.Surat wasiat ini telah disetujui oeh Pejabat dalam Pembangunan Kabinet yang beragama kristen.
Surat wasiat ini telah beredar mengelilingi dunia. Jangan memberi uang atau materi dalam surat ini Anda harus menggunakan waktu sesingkat mungkin agar wasiat ini dapat keliling dunia supaya mereka yang belum mengenal Yesus Kristus boleh memperoleh keselamatan abadi.
TUNGGU DALAM DUA MINGGU SETELAH MEMPERBANYAK/ MENGIRIMKAN SURAT WASIAT INI !!!!! ANDA AKAN MENGALAMI BERKAT TUHAN, AMIN.
JANGANLAH ANDA MENGANGGAP BAHWA WASIAT INI ADALAH SUATU LELUCON, YANG ANDA TERIMA DARI POS/ EMAIL TETAPI PIKIRKAN BAHWA SURAT INI SANGAT DINANTIKAN OLEH MEREKA YANG HAUS AKAN FIRMAN ALLAH. AMIN.
Budaya Semut ...
-PEDULI
Peduli dan peka terhadap segala hal yang terjadi dalam lingkungan-nya serta selalu memelihara rasa cinta kasih kepada sesama.
-POSITIF & ANTUSIAS
Selalu antusias dalam berpikir dan bertindak demi mencapai tujuan berusaha. Namun segala pemikiran dan tindakan tersebut bersifat positif demi menjaga kelangsungan usaha.
-INISIATIF
Memiliki inisiatif dalam menjalankan usaha berdasarkan motivasi yang kuat untuk maju dan mencapai tujuan tanpa menunggu komando, dan tanpa menyimpang dari kebijakan perusahaan atau negara.
-RENDAH HATI
Berusaha selalu optimis dalam setiap langkah, namun tidak sombong dan selalu menghargai serta menghormati orang lain.
-KREATIF & INOVATIF
Selalu kreatif dalam berusaha dengan melakukan berbagai inovasi agar dapat memenang-kan persaingan dan menjadi Leader dalam lingkungannya.
-DISIPLIN & BERTANGGUNG JAWAB
Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan hidup kegiatan usaha. Untuk itu, diperlukan disiplin yang tinggi dalam menjalankan semua peraturan/ketentuan demi mencapai tujuan.
-KERJASAMA
Mampu menjalin kerjasama untuk menggalang kemitraan dengan semua kalangan dalam menjalankan tugas agar sukses mencapai tujuan.
-PRODUKTIF
Bekerja secara profesional, tekun, dan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal.
-KOMITMEN & TABAH
Memiliki komitmen yang tinggi terhadap semua keputusan/peraturan dan kesepakatan yang telah ditetapkan serta bertanggung jawab melaksanakannya tanpa tawar-menawar.
-KOMUNIKATIF
Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menguasai tekniknya secara baik, sehingga mampu menyampaikan segala informasi yang diperlukan tanpa menimbulkan kesalah-pahaman.
Peduli dan peka terhadap segala hal yang terjadi dalam lingkungan-nya serta selalu memelihara rasa cinta kasih kepada sesama.
-POSITIF & ANTUSIAS
Selalu antusias dalam berpikir dan bertindak demi mencapai tujuan berusaha. Namun segala pemikiran dan tindakan tersebut bersifat positif demi menjaga kelangsungan usaha.
-INISIATIF
Memiliki inisiatif dalam menjalankan usaha berdasarkan motivasi yang kuat untuk maju dan mencapai tujuan tanpa menunggu komando, dan tanpa menyimpang dari kebijakan perusahaan atau negara.
-RENDAH HATI
Berusaha selalu optimis dalam setiap langkah, namun tidak sombong dan selalu menghargai serta menghormati orang lain.
-KREATIF & INOVATIF
Selalu kreatif dalam berusaha dengan melakukan berbagai inovasi agar dapat memenang-kan persaingan dan menjadi Leader dalam lingkungannya.
-DISIPLIN & BERTANGGUNG JAWAB
Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan hidup kegiatan usaha. Untuk itu, diperlukan disiplin yang tinggi dalam menjalankan semua peraturan/ketentuan demi mencapai tujuan.
-KERJASAMA
Mampu menjalin kerjasama untuk menggalang kemitraan dengan semua kalangan dalam menjalankan tugas agar sukses mencapai tujuan.
-PRODUKTIF
Bekerja secara profesional, tekun, dan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal.
-KOMITMEN & TABAH
Memiliki komitmen yang tinggi terhadap semua keputusan/peraturan dan kesepakatan yang telah ditetapkan serta bertanggung jawab melaksanakannya tanpa tawar-menawar.
-KOMUNIKATIF
Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menguasai tekniknya secara baik, sehingga mampu menyampaikan segala informasi yang diperlukan tanpa menimbulkan kesalah-pahaman.
Langganan:
Postingan (Atom)
